-->

Kenapa Power Class D watt nya bisa besar ?

Banyak yang bertanya" kenapa power class D watt nya bisa tinggi & lebih hemat listrik'  padahal cuma pakai final mosfet 1 set ?"

Memang kalo belum paham ilmu nya berasa tidak mungkin kalo power yang cuma pakai final 1 set bisa mengeluarkan watt & efisiensi yang lebih tinggi, saya sendiri pernah ber tanya-tanya setelah memahami rumus power disipasi, Berdasarkan rumus power disipasi, sebuah mosfet dengan PD 200w, di suply 90VDC, hanya maximal mengalirkan arus 2,22A, tapi kenapa pada power class D bisa mengalirkan arus out di atas 10Amper ?

Setelah di pelajari, ternyata begini lah jawaban & alasan nya:

Rumus disipasi daya MOSFET itu untuk menghitung panas yang dibuang transistor, bukan langsung batas arus output amplifier.

RUMUS DASAR :

P = V × I

Jika MOSFET memiliki PD = 200W dan terkena tegangan 90V penuh, maka rumus & cara hitung nya sebagai berikut :

I = P / V

I = 200 / 90

I = 2,22A

Hasil 2,22A itu memang benar, TAPI hanya berlaku bila :

- Tegangan pada MOSFET = 90V

- MOSFET bekerja linear

- Seluruh daya berubah menjadi panas

- Itu kondisi seperti transistor pada power linier.

Sedangkan pada class D, MOSFET bekerja sebagai SWITCHING:

SA'AT ON :

tegangan MOSFET sangat kecil, Arus nya jadi besar

SA'AT OFF :

- Arus hampir nol,

- tegangan tinggi,

- Karena tegangan dan arus tidak besar bersamaan, disipasi panas jadi kecil.

CONTOH :

MOSFET RDS(on) = 0,05 ohm

Arus output = 10A

Tegangan Jatuh Mosfet :

V = I × R

V = 10 × 0,05

V = 0,5

Daya Panas Mosfet :

P = V × I

P = 0,5 × 10

P = 5W

Jadi walaupun arus 10A, panas MOSFET hanya sekitar 5W.

Itulah sebabnya class D bisa :

- Arus output besar

- efisiensi tinggi

- Heatsink bisa lebih kecil karena minim panas

Karena MOSFET tidak bekerja di area linear terus-menerus seperti class lain nya.


0 Response to "Kenapa Power Class D watt nya bisa besar ?"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Dalam Artikel

Iklan Bawah Artikel